Brotherhood, Konco Kenthel

Dalam paribasan Jawa, Konco Kenthel memiliki makna harfiah teman baik. Lebih mendalam, terdapat makna tersirat sebagai hubungan persaudaraan yang erat layaknya saudara kandung dan sepersusuan. Persaudaran yang menitikberatkan pada rasa saling memiliki, senasib dan sepenanggungan.

Menilik representatif dari Konco Kenthel, kisah persaudaraan kaum Anshar dan Muhajirin adalah yang terbaik. Sebagaimana diketahui, kaum Muhajirin merupakan penduduk Mekah muslim yang turut hijrah bersama Rasulullah SAW menuju Madinah dikarenakan situasi yang semakin tidak kondusif lantaran penekanan dari kaum Qurays terhadap Islam.

Pada saat berhijrah, permasalahan utama kaum Muhajirin adalah perjuangan untuk bertahan hidup dengan keterbatasan ekonomi karena mereka meninggalkan hampir seluruh harta bendanya di Mekah. Selain itu, perbedaan budaya antara Madinah dan Mekah semakin menambah permasalahan meliputi sosial ekonomi, sosial kemasyarakatan dan kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, kaum Anshar tidak tinggal diam dan menyadari betul bahwasanya kaum Muhajirin adalah saudara seiman yang wajib untuk ditolong.

Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Al-Hujurat 49: 10. “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara”.

Maka dari itu, kaum Anshar dengan pengorbanannya secara total dan sepenuh hati membantu mengentaskan kesusahan kaum Muhajirin.

Pengorbanan kaum Anshar bahkan diabadikan dalam Q.S. Al-Hasyr 59: 9. “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang muhajirin), dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).”

Tidak berhenti sampai disitu, Rasulullah SAW. memperlihatkan kecerdikan dan kebijaksanaan beliau untuk mengakhiri permasalahan kaum Muhajirin. Rasulullah SAW. lantas mempersaudarakan mereka dalam al-Haq agar saling menolong, saling bertanggung jawab satu sama lain dan saling mewarisi setelah (saudaranya) wafat.

Dalam istilah kekinian, persaudaraan tersebut dikenal sebagai Brotherhood. Perlambang persaudaraan Konco Kenthel yang senasib dan sepenanggungan.

Lebih jauh lagi, permasalahan sosial ekonomi dalam lapisan masyarakat kita justru sangat mungkin untuk diatasi dengan jalan menerapkan konsep Brotherhood, Konco Kenthel. Mempersaudarakan antar masyarakat seluruh lapisan dalam al-Haq, agar mereka saling bertanggung jawab satu sama lain demi kesejahteraan bersama. Bahkan tidak mungkin, angka kesejahteraan melambung pesat menekan angka kemiskinan ditelan rasa saling memiliki. Wallahua’lam

#muhasabah